Mahasiswa yang menjadi ASDOS tentunya orang-orang pilihan dengan prestasi yang bisa dibilang cukup memuaskan. Tentu juga punya kemampuan di atas rata-rata, selain itu mampu menyampaikan dengan jelas kepada mahasiswa yang lainnya. Sebenarnya yang lebih penting lagi adalah selalu rendah diri dan sama rata (tdk mengekslusifkan diri) dengan mahasiswa yg dibimbing.

Tetapi apa yang membedakan mereka dengan mahasiswa biasa?? Sebenarnya klo saya bilang lebih pada kesempatannya. Seringkali saya mengamati di kampus saya mendapati mereka (asdos) biasanya mempunyai akses/jalur khusus untuk lebih mendapatkan ilmu lebih dari dosen. Sedangkan kadang mahasiswa lain (bukan asdos) bila ingin bertanya harus bersusah payah membuat janji. Kadang pula bila sudah bertemu dengan dosen, kadang jawaban yang mereka dapat tidak memuaskan. Bila ada lowongan pekerjaan baik part time ataupun full time berita itu lebih dulu sampai pada mereka (asdos) dulu, daripada mahasiswa biasa yang harus menunggu pengumuman itu resmi di publikasikan/ditempel di papan2 pengumuman. Yang lebih parah lagi kalau berita itu hanya sebagai konsumsi pribadi (kelompok asdos). Kemudian saya berpikir kembali memang mahasiswa biasa dan asdos mempunyai perbedaan akademis yang berbeda, tetapi harusnya mereka punya KESEMPATAN yang sama untuk mengembangkan prestasinya. Karena bila ini terus-menerus terjadi, yang akan terjadi bisa menjadi seperti negara Indonesia. Yang makin pintar semakin pintar, yang ingin belajar semakin terbelakang.

Di tulisan ini saya tidak bermaksud menjelek-jelek kan asdos, karena saya sendiri tertarik untuk menjadi asdos. Hanya saja saya ingin merubah pendangan tentang asdos di mata dosen maupun mahasiswa.  Menjadi asdos adalah suatu nilai lebih yang bisa dibanggakan, tapi tentunya juga penuh dengan tanggung jawab. Terima kasih.😀